Masyarakat Timika, Papua Diminta Ikut Tanggulangi HIV/AIDS

Timika, Papua-RoL– Semua komponen masyarakat Timika, Kabupaten Mimika, Papua diminta ikut menanggulangi HIV/AIDS, sebaliknya tidak hanya mengharapkan peran pemerintah dan lembaga masyarakat (LSM) untuk menanggulangi persoalan kemanusiaan yang krusial ini.

Hal itu disampaikan Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS daerah (KPAD) Kabupaten Mimika, Erens Moekbun,SE di Timika, Senin sehubungan dengan semakin bertambahnya kasus penyebaran penyakit yang mematikan HIV/AIDS di wilayah ini.

“Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Mimika sudah lebih dari seribu kasus dan hal ini tentu saja membahayakan kelangsungan hidup manusia di wilayah ini sehingga dibutuhkan kerjasama semua komponen masyarakat, baik pemerintah, tokoh masyarakat, LSM, pemuka agama, perempuan dan pemuda serta lembaga pendidikan,” kata Erens Moekbun.

Jumlah kasus HIV/AIDS di Mimika terus meningkat sehingga diperlukan kerja keras semua pihak melalui penyuluhan akan bahaya penyakit itu sekaligus promosi kesehatan reproduksi yang intensif kepada semua lapisan masyarakat dan karenanya, peranan para pemuka agama, tokoh masyarakat dan pemangku adat untuk mengajak warganya agar tidak terjerumus ke dalam kehidupan seks bebas sangatlah diharapkan.

KPAD Mimika melaporkan bahwa kasus HIV/AIDS di wilayah ini meningkat drastis. Pada periode 30 Juni 2007 saja, lanjutnya telah menembus angka 1.382 atau meningkat 82 kasus dari periode Maret 2007 yang mencapai 1.300 kasus.

Rinciannya adalah HIV sebanyak 1.183 kasus dan AIDS sebanyak 199 kasus. Data kasus HIV/AIDS di Mimika itu berdasarkan laporan dari Rumah Sakit Tembagapura, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, Klinik Department Public Health & Malaria Control PT Freeport Indonesia, Balai Kesehatan Terpadu Ibu dan Anak (BKTIA) serta Puskesmas Kota Timika.

Dalam laporan KPAD Mimika itu disebutkan, penderita HIV/AIDS berjenis kelamin laki-laki sebanyak 703 kasus atau 50,87 persen dan perempuan 672 kasus atau sebanyak 48,63 persen serta tidak diketahui identitasnya 7 kasus atau 0,51 persen. Hingga kini HIV/AIDS di Mimika telah merenggut nyawa 86 orang.

Pola penularan HIV di Mimika terbanyak diketahui melalui heteroseksual sebanyak 1.284 kasus, dari ibu ke anak 29 kasus, homoseksual 1 kasus, transfusi darah 1 kasus, paparan 4 kasus, pengguna narkotika suntik 1 kasus dan tidak jelas media penularannya 62 kasus.

Penderita HIV/AIDS terbesar di Mimika terkonsentrasi di Distrik Mimika baru sebanyak 31,55 persen, Kwamki Lama Kelurahan Harapan 20,48 persen, Distrik Mimika Timur 14,83 persen dan Kuala Kencana 11,65 persen.

Berdasarkan kategori umur, kelompok umur 15-39 tahun menduduki peringkat tertinggi dengan jumlah 1118 kasus. Sedangkan berdasarkan kategori suku peringkat tertinggi diduduki 7 suku di Mimika Papua dengan 884 kasus.

Kasus HIV di Mimika pertama kali ditemukan tahun 1996 pada kelompok Pekerja Seks Komersial (PSK) di Lokalisasi Kilometer 10 Kampung Kadun Jaya Distrik Mimika Timur dengan 4 kasus.

Namun kini penularannya telah menyebar sampai pada populasi masyarakat umum. Dari data yang ada, jumlah HIV/AIDS terbanyak diduduki kelompok pekerja tidak tetap dengan 399 kasus, ibu rumah tangga 305 kasus, petani 234 kasus, karyawan swasta 160 kasus, pelajar 20 kasus, PNS/TNI/Polri 23 kasus, mahasiswa 5 kasus dan anak-anak 23 kasus serta tokoh agama 3 kasus.

Adapun PSK di lokalisasi Kilometer 10 yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS sebanyak 183 orang dari jumlah 400 PSK. ant/fif

Source: Republika.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: