Revisi Kontrak LNG Tangguh, Penerimaan Negara Naik Rp36,86 Triliun

JAKARTA–MI: Setelah merevisi kontrak gas alam cair (liquified natural gas/LNG) dari Kilang Tangguh dengan para operator, yakni BP dan CNOOC, pemerintah memperkirakan akan mendapat tambahan penerimaan negara sekitar Rp36,86 triliun (sekitar US$4,05 miliar).

Deputi Finansial dan Ekonomi Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Eddy Purwanto di Jakarta, Sabtu (9/2) mengatakan, penambahan penerimaan negara tersebut sekitar Rp12,7 triliun (US$1,4 miliar) didapatkan dari perubahan batas atas harga minyak mentah Japan Crude Cocktail (JCC) yang semula US$25 per barel menjadi US$38 per barel.

“Dengan perubahan batas tersebut, penerimaan untuk proyek Tangguh akan meningkat US$2,3 miliar, atau US$1,4 miliar untuk penerimaan negara,” ujar Eddy.

Dalam kontrak sebelumnya yang diteken pada 2004 dengan pembeli China, Fujian, proyek LNG Tangguh dihargai dengan batas bawah JCC sebesar US$15 per barel dan batas atas US$25.

Selain perubahan batas minyak tersebut, tambahan penerimaan negara, seperti dikatakan Kepala BP Migas Kardaya Warnika, adalah dengan mengalikan gas ke pembeli lain.

“Kontrak LNG Tangguh ke pembeli asal Meksiko, West Coast Sempra Energy, memberikan fleksibilitas untuk melakukan pengalihan ke pembeli lain sampai dengan 1,85 juta metrik ton, atau 50% dari volume kontrak per tahun untuk pasar Asia yang memberikan harga yang lebih tinggi,” jelasnya.

Sehingga, kata Kardaya, LNG yang dialihkan berpeluang mendapatkan harga yang lebih baik sesuai dengan situasi pasar LNG saat ini, maka penerimaan negara akan meningkat.

“Dengan mengalokasikan volume secara optimal, pemerintah berpotensi mendapatkan tambahan penerimaan sekitar US$1,75 miliar,” ungkapnya.

Di sisi lain, Eddy menambahkan, dalam kontrak yang direvisi itu juga ada klausul yang memungkinkan untuk mengkaji ulang formula harga LNG setiap empat tahun untuk mengantisipasi peningkatan harga minyak. Klausul revisi harga itu tidak ada dalam kontrak sebelumnya.

“Revisi harga bisa dilakukan sebelum masa empat tahun itu kalau ada kesepakatan dari kedua belah pihak,” kata Eddy.(Eva/OL-03)

Source: Media Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: