Dua Saksi Bantah Isi BAP Dari Sidang SMS Teror

JAYAPURA-Sidang kasus short message service (SMS) teror dengan terdakwa Iwanggin Sobar Olif alias Sobar, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jayapura, Senin (11/2), dengan agenda mendengar keterangan saksi-saksi. Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Aman Barus SH tersebut menghadirkan 4 saksi masing-masing Charles Sibi, Joni Samon Sabra SH, J Kapisa dan Matius Rumbiak. Dalam keterangannya, saksi Charles mengatakan bahwa dirinya mengetahui SMS yang memiliki pesan menghasut tersebut dari handpone (HP) petugas penyidik dan langsung melapor kepada pimpinannya karena saksi merupakan seorang anggota kepolisian. “Setelah membaca pesan tersebut saya langsung melaporkannya kepada pimpinan karena dari pesan tersebut merupakan isu yang dapat meresahkan masyarakat,”kata Chareles Sibi. Dituturkan, dirinya dengan terdakwa memang sering berkomunikasi lewat HP, baik itu telepon ataupun SMS. Tetapi saat itu, saksi mengaku telah mengganti nomor karena nomor yang lama telah rusak. Terkait isi berita acara pemeriksaan (BAP) dari penyidik bahwa saksi menerima SMS tersebut dari nomor HP terdakwa adalah tidak benar. “Saya mengetahui isi dari pesan tersebut setelah ditunjukkan oleh penyidik saat diperiksa,”katanya.  Penuturan yang hampir sama diungkapkan saksi Joni Samon Sabra. Ia menyatakan bahwa isi BAP yang digunakan pada persidangan bahwa dirinya menerima SMS dari nomor HP milik terdakwa, bukanlah penyataan dirinya. “Saya tidak pernah menerima SMS tersebut, malah saya tahu setelah ditunjukkan oleh pihak penyidik,”katanya. Diakui, dirinya dan terdakwa juga saling kenal, makanya sering berkomunikasi lewat telepon atau SMS. “Saya punya 2 nomor HP yang aktif bersamaan, tapi saat ini saya menggunakan nomor baru, yang lama telah dibuang karena terdapat masalah di phonebooknya,”katanya. Berbeda dengan saksi J Kapisa dan Matius Rumbiak. Saksi J Kapisa saat memberi keterangan terlihat gugup, awalnya dia mengatakan bahwa dirinya tidak menerima pesan SMS tersebut lalu mengatakan lagi dirinya menerima SMS tersebut. “Saya memang menerima SMS tetapi bukan yang berbunyi info SBY, melainkan tentang pinang dan makan serta minum yang telah diracun,”katanya yang tidak mengetahui siapa pengirim SMS tersebut.Lalu SMS tersebut diteruskan kepada kakak dan rekannya Matius Rumbiak. Ditambahkannya, dirinya sempat meminta nomor terdakwa tetapi tidak sempat menyimpannya, dimana saat ini HP saksi telah ditahan sebagai barang bukti. “SMS tersebut sudah tidak ada lagi di HP saya, tetapi kenapa masih ditahan,” katanya. 

Sementara saksi matius mengaku dirinya memang telah menerima SMS tersebut dari J Kapisa, tetapi tidak sempat dibacanya. “Saya menerima SMS tersebut malam hari tetapi tidak saya baca, pada pagi harinya baru diberitahu J Kapisa di tempat kerja, lalu saya mengatakan jangan dihiraukan, itu SMS hasutan saja,”katanya.(cr-146)

Source: Cenderawasih Pos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: