Anggarkan 2 M Buka 70 Ha Sawah

TIMIKA–Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Mimika dalam tahun 2007 telah membuka 70 hektar (Ha) lahan persawahan di empat wilayah distrik. Rinciannya Distrik Agimuga 10 Ha, Kuala Kencana 40 Ha, Mimika Baru 10 Ha dan Mimika Timur 10 Ha. Dana yang alokasikan untuk program itu mencapai Rp 2,10 Miliar. Hal itu diungkapkan Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Ir.Limi Makodompit, MM kepada Radar Timika (grup Koran ini) di kantornya Selasa (26/2). Selain di empat wilayah distrik, pihaknya juga membuka lahan persawahan seluas 38 Ha di SP 7. Dari luasan tersebut 36 Ha telah ditanami padi dan masih tersisa 2 Ha lagi. Untuk di Distrik Agimuga, pelaksanaan program juga telah memasuki tahapan penanaman bibit. Kegiatan yang sama juga sudah dilakukan oleh masyarakat di Kampung Wonosari Jaya, SP 4 dan Kampung Karang Senang, SP 3, Distrik Mimika Baru. 

Dikatakannya, dari dana Rp 2,10 Miliar itu juga dimanfaatkan untuk pengadaan alat-alat pertanian. “Semua kegiatan sudah berjalan baik, hanya di Mimika Timur yang belum berjalan akibat kondisi tanah yang berawah,” ujar Limi.

Menjawab Radar Timika soal pembukaan lahan persawahan di Mapurujaya yang hingga kini belum terealisasi, Limi menuturkan, karena lahan berawah membuat kontraktor tidak bisa membuka lahan menggunakan alat berat. Menurutnya, beberapa waktu lalu pihaknya pernah menurunkan excavator, namun sempat tertanam dalam Lumpur, sehingga pengerjaan dilanjutkan dengan cara manual.

“Biasanya lahan yang dibuka tidak langsung ditanami padi, tetapi dibersihkan dulu. Setelah siap dan memiliki bentuk baru dilakukan penanaman” jelas Limi.

Ia menyampaikan bahwa, molornya pelaksanaan pembukaan lahan sawah di dua kampung di Mimika Timur, bukan disengaja tetapi kondisi struktur tanah yang menjadi kendala utama. Meski demikian kata Limi, pengerjaan akan kembali dimulai dalam minggu ini.

Seperti pernah diberitakan harian ini kemarin, lima bulan sudah 10 hektar lahan persawahan di Kampung Kaugapu dan Kampung Wania, Distrik Mimika Timur belum juga dimanfaatkan untuk penanaman padi sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya.

Belum ada tanda-tanda pembersihan lahan dan penanaman padi, membuat warga di dua kampung itu mempertanyakan pelaksanaan program tersebut. “Kita sendiri tidak tahu, apakah ada kendala internal di instansi yang berwenang atau di kontraktonya,” ujar Markus Paereng, Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan Kampung Kaugapu saat bertandang ke Redaksi Radar Timika, Senin (25/2). (krg)

Source: Radar Sorong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: