Demo Anti PP 77/2007, Satu Ditangkap

MANOKWARI-West Papua National Authority (WPNA) Wilayah II Manokwari kembali menggelar aksi demo damai Senin (3/3) di Jalan Pahlawan Sanggeng. Aksi yang dipimpin Juru bicara WPNA Jack Wanggai menuntut kemerdekaan Papua Barat dan menolak kehadiran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2007 yang melarang penggunaan Bintang Kejora dan Burung Mambruk. Usai aksi salah satu pemuda berinisial FK ditangkap polisi dengan tuduhan mengibarkan Bintang Kejora. Kini yang bersangkutan ditahan di ruang tahanan Polres Manokwari untuk diproses lebih lanjut.
Awalnya aksi direncanakan dengan menggelar long march. Namun rencana tersebut dilarang Kapolres AKBP Yakobus Marjuki. Massa mulai berkumpul sekitar pukul 09.00 WIT sambil menggelar orasi secara bergantian. Selain massa dari WPNA, dalam aksi tersebut juga terlibat puluhan mahasiswa STIH Manokwari dibawa pimpinan Elimelekh Obeth Kaiwai.

Massa yang rencana awal akan long march langsung bergabung. Orasi secara bergantian menolak PP 77 dan meminta merdeka terus berlanjut. Di tengah semangat Jack Wanggai berorasi, tiba-tiba Kapolres datang langsung mengambil mic dan langsung berbicara. Spontan suasana berubah dan akhirnya bisa dikendalikan oleh aparat keamanan. Kapolres langsung memerintahkan menangkap pendemo yang mengibar bintang kejora. Polisi berhasil menangkap satu orang bersama barang bukti.

Massa berusaha memaksa long march, tetapi akhirnya polisi dan pendemo sepakat untuk berorasi dan membacakan pernyataan sikap di tempat. Dari awal hingga akhir aksi berjalan dengan aman dan damai. Namun sempat terjadi tarik menarik mengenai siapa yang akan bertanggungjawab dalam aksi tersebut. WPNA siap bertanggungjawab sehingga aksi diijinkan Kapolres.

Massa membawa tiga spanduk ukuran besar yang bertuliskan ‘Segenap rakyat Papua Barat Menuntut Referendum’; ‘Kami bangsa Papua Menolak Tegas Kerja Sama Indonesia dengan Komunis Rusia untuk Membangung Satelit di Biak’. Salah satu spanduk juga bertuliskan UU Otsus Papua telah dikebiri dengan lahirnya PP nomot 77 Tahun 2007. Sebagian pendemo juga membawa pamflet dengan tulisan ‘Merdeka Harga Mati’. Masih banyak pamflet lainnya yang merupakan aspirasi pendemo.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Jack Wanggai menyebutkan ideologi sebuah bangsa akan dilihat dari sejauhmana negara itu berusaha untuk membangun dan mensejahterakan rakyatnya. Persoalan integral Papua tidak akan pernah habis. Dinamika tuntutan rakyat West Papua menentukan nasib sendiri selalu diberikan stigma separatis, OPM, Makar GPK dan beberapa label lainnya.

Hadirnya PP 77, lanjut Jack, membingungkan rakyat Papua untuk mengikuti aturan yang mana. Hal ini menunjukkan pemerintah Jakarta tidak menghormati dan tidak menghargai hak dasar orang Papua serta hak politik bangsa Papua. Sehingga ada indikasi pemerintah Indonesia tidak serius membangun rakyat Papua. Dengan melihat realita yang ada, maka pihaknya menuntut agar Majelis Rakyat Papua (MRP) segera dibubarkan, menolak dengan tegas PP nomor 77 Tahun 2007 tentang pelarangan atribut Papua, mendesak PBB intervensi tanah Papua demi kemanusiaan dan memberi referendum bagi bangsa Papua, pemerintah NKRI segera melakukan perundingan bermartabat dengan semua komponen rakyat Papua Barat.

Kapolres AKBP Drs.Yakobus Marjuki yang dikonfirmasi Manokwari Pos mengakui ada surat pemberitahuan dari WPNA soal aksi tersebut. Namun persyaratan sesuai dengan aturan perundang-undangan tidak dipenuhi. Sehingga pihaknya tidak memberikan ijin melakukan long march. Dalam aksi ini Kapolres mengaku menahan satu orang dengan tuduhan mengibarkan bendera bintang kejora saat demo.(sr)

Source: Radar Sorong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: