Dinkes Merauke Mencatat 47 Warga Terserang DB

MERAUKE- Jika Rumah Sakit Umum Daerah Merauke telah merawat 23 pasien demam berdarah, Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke justru mencatat total warga yang terserang demam berdarah hingga minggu ke-10 di tahun 2008 sebanyak 47 warga.
‘’Sampai minggu ke-10, total warga yang terserang demam berdarah sebanyak 47 orang,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke drg Josef Rinta Riatmaka, M.Kes, ketika dihubungi,kemarin.

Meski jumlah yang terserang demam berdarah tersebut cukup tinggi, namun Rinta yang sedang berada di luar Merauke dalam rangka dinas saat dihubungi itu, mengungkapkan, kejadian tersebut belum dapat dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).‘’Kita sudah membuat grafik perbandingan dengan tahun lalu. Nah kalau itu lebih tinggi dari periode lalu, baru bisa masuk kategori KLB. Tapi ini masih hampir sama dengan tahun lalu,’’ terangnya.

Status demam Berdarah di Merauke, lanjut Rinta, sudah endemik. Artinya sepanjang tahun pasti ada yang terserang demam berdarah. Apalagi, jika terjadi perubahan pancaroba, demam berdarahnya pasti akan meningkat. Oleh karena itu, terangnya, perilaku masyarakat harus berubah dengan hidup bersih dan sehat dengan menggerakkan gerakan 3 M, yakni mengubur, menguras dan menutup tempat-tempat yang dapat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk demam berdarah. ‘’Kita harapkan kerjasama masyarakat dengan pemerintah dengan membersihkan selokan atau tempat-tempat yang dapat berkembang biaknya nyamuk demam berdarah Karena pemerintah punya keterbatasan untuk menjangkau semua sehingga masyarakatlah dengan kesadarannya sendiri yang terlibat langsung,’’ katanya.

Disinggung soal pengasapan, Rinta mengungkapkan pengasapan terus dilakukan dengan memfokuskan daerah-daerah yang menjadi penderita demam berdarah dengan fokus diameter sekitar 200 meter dari tempat penderita demam berdarah. Yang lebih penting lagi yang harus dilakukan masyarakat bila ada anggota keluarganya mengalami gejala demam berdarah atau demam, tambah Rinta, untuk segera membawanya ke puskesmas atau pusat-pusat pengobatan. ‘’Jangan tunggu sampai parah,’’ katanya mengingatkan. (ulo)

Source: Cenderawasih Pos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: