Lagi, Demo Minta Referendum Dibubarkan

7 Orang Sempat Dimintai Keterangan

JAYAPURA-Aparat kepolisian Polresta Jayapura kembali membubarkan demo yang dilakukan oleh Front Nasional Mahasiswa Pemuda Papua saat menggelar aksinya di Gedung DPRP, Kamis (6/3) kemarin. Sebelumnya, pada Senin (3/3) lalu, demo dari kelompok yang sama di Abepura juga dibubarkan aparat.

Demo ini terpaksa dibubarkan aparat kepolisian karena tidak ada prosedur melakukan penyampaian pendapat dimuka umum. Tidak hanya dibubarkan, setidaknya ada 7 orang pendemo atau mahasiswa ini, terpaksa digelandang ke Mapolresta Jayapura untuk dimintai keterangan.

Ketujuh pendemo ini, antara lain berinisial ZK (27) sebagai penanggungjawab demo, AH (32) petualang, EW (23) mahasiswa, MR (23) mahasiswa, JR (24) mahasiswa, PT mahasiwa dan AB mahaiswa.

Selain itu, polisi juga menyita 4 buah spanduk dimana 2 diantaranya bergambar bendera bintang kejora dan 4 buah pamlet. Spanduk itu bertulis We are west Papua Nation of Melanesiaan ras asking for internation comunity of support west Papua transision goverment to meet Indonesian government in republic in Vanuatu, Otsus gagal total, referendum solusi damai dan spanduk bergambar bendera bintang kejora bertulis tuntuan reveiew pepera tahun 1969, cabut resolusi PBB No 2504 dan mendukung rep. Vanuatu daftar West Papua di Komisi Dekonolonisasi PBB Pamlet bertulis Otsus No, referendum yess, West Papua call to internasional community to become thirth part to bring West Papua and Indonesian to international around table, kami ras Melanesia bukan ras melayu, Otsus MRP boneka buatan Indonesia.

Ke-7 pengunjuk rasa tersebut, langsung dimintai keterangan secara intensif oleh penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Jayapura.

Terkait dengan itu, Kapolresta Jayapura, AKBP Roberth Djoenso didampingi Kasat Reskrim AKP Y. Takamully saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos mengatakan pihaknya terpaksa membubarkan demo tersebut. ” Kami terpaksa membubarkan demo tersebut, karena memang belum mengikuti aturan, prosedur yang berlaku dan ditemukan spanduk bergambar bendera bintang kejora,” kata Kapolresta kepada wartawan.

Kapolresta menjelaskan pada dasarnya untuk menyampaikan pendapat itu, pihaknya selalu mengacu pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di depan umum, dimana tujuan demo harus jelas, siapa penggerak massa, berapa kekuatan yang dilibatkan harus jelas.

Selain itu, lanjut Kapolresta Roberth Djoenso, ada hal-hal yang perlu dipatuhi pendemo, seperti tidak mengganggu ketertiban umum, tidak anarkis, tidak paksakan kehendaknya.

Kapolresta menegaskan jika unjuk rasa tersebut berkaitan dengan masalah-masalah yang mengganggu persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia, maka pihaknya tidak akan main-main dan pihaknya siap memproses hukum jika terjadi pelanggaran-pelanggaran di lapangan.

Yang jelas, Mantan Kapolres Jayawijaya ini mengatakan bahwa pada prinsipnya, pihaknya tidak melarang unjuk rasa, namun tidak boleh keluar dari koridor hukum yang berlaku.

Ketujuh orang setelah menjalani pemeriksaan secara intensif, Jum’at (7/3) lalu, kata Kapolresta, sudah dipulangkan dan dikenai wajib lapor. “Jika terbukti kuat, maka bisa saja kami lakukan penahanan,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dari keterangan sementara pengakuan ketujuh orang tersebut, aksi yang mereka lakukan tidak ada keterkaitan dengan aksi sebelumnya di Abepura.

Terkait rencana pemanggilan terhadap 10 orang pengunjuk rasa yang sempat dibubarkan di Abepura pada Senin (3/3) lalu, Kapolresta mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada mereka.

“Lima orang sudah kami panggil pada hari kamis, namun tidak ada yang datang. Rencananya 5 orang lagi kami akan panggil untuk menghadap penyidik pada Senin (10/3) mendatang,” ujarnya.

Pihaknya akan memanggil lagi kelima mahasiswa tersebut, namun jika panggilan kedua tidak datang maka pihaknya akan melayangkan surat panggilan untuk ketiga kalinya dengan disertai perintah membawa. (bat/lmn)

Source: Cenderawasih Pos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: