Pangeran Andrew Jalan Kaki 1,5 Km

MANOKWARI- ‘’Kami tidak menyangka kota kecil yang terletak di kepala burung Papua ini dapat dikunjungi seorang pangeran yang terkenal di dunia. Semoga dengan kedatangan ini membawa berkah tersendiri bagi masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni dan di Papua secara umum’’. Itulah satu penggalan kalimat yang diucapkan Bupati Teluk Bintuni, drg  Alfons Manibuy ketika menyambut kedatangan tamu terhormat dari Kerajaan Inggris, Pangeran Andrew, meski hanya sekitar 4 jam.

Ucapan Bupati tersebut cukup beralasan. Bintuni, khususnya distrik Babo merupakan suatu kawasan yang bisa dikatakan masih jauh dari hiruk-pikuk keramaian. Namun,dengan sumber potensi kekayaan alam Migas,terutama dengan hadirnya proyek pengeboran gas alam cair, LNG Tangguh-BP Indonesia, kawasan yang dulunya hutan belantara kini dikunjungi seorang pangeran terkenal, putra Ratu Elizabeth II.

Staf Humas Setdakab Teluk Bintuni, Drs H Muklis yang mengikuti rangkaian kunjungan di kawasan proyek LNG Tangguh kepada Radar Sorang melaporkan,Pangeran Andrew dan rombongan tiba di Bandara Babo sekitar pukul 09.45 WIT dengan menumpang pesawat khusus dari Biak. Di Bandara Babo,sang pangeran disambut Gubernur Papua Barat, Bram Atururi, Bupati Teluk Bintuni, Danrem 171/PVT, Dandim 1703/Manokwari serta anggota Muspida lainnya.

Di Bandara Babo,sudah stand by dua helicopter yang siap menerbangkan adik Pangeran Charles dan rombongan, Gubernur Papua Barat, Bupati Teluk Bintuni, Danrem dan para anggota Muspida menuju kawasan proyek LNG Tangguh di Tanah Merah, Saengga.

Pangeran dan rombongan berada satu heli dan gubernur,bupati di helicopter lainnya. Perjalanan dari Bandara Babo ke kawasan proyek LNG Tangguh memakan waktu 15 menit. Pangeran pun menyaksikan dari atas kawasan
kilang yang cukup luas,dimana tempat ini dulunya hanya hutan dan perkampungan warga Tanah Merah.

Tiba di helipad, kawasan proyek LNG, Pangeran, Gubernur dan rombongan disambut para petinggi BP-Indonesia. Sekitar 2 jam lamanya, ia pun diajak berkeliling ke sejumlah objek vital proyek LNG, seperti di 2 unit train, tangki, dermaga (jetty) dan fasilitas lainnya. Disela-sela kunjungan ini, sang pangeran menyempatkan diri menyapa dan berbincang dengan para pekerja proyek.

Puas meninjau objek-objek vital proyek LNG Tangguh, Pangeran dan rombongan didampingi Gubernur Papua Barat, Bram O Atururi kembali ke helipad untuk melanjutkan kunjungan ke Kampung Tanah Merah Baru, Saengga.
 
Dilaporkan, heli tiba di Tanah Merah Baru, sekitar pukul 12.45 WIT. Dari helipad, Pangeran, Gubernur dan Bupati Alfons Manibuy berjalan kaki sejauh 1 Km untuk menemui warga pengrajin home industri binaan BP-Indonesia. Selanjutnya kembali berjalan kaki sejauh 500 meter untuk menemui anak sekolah di SD YPPK Tanah Merah Baru.

Dilaporkan pula, di SD YPPK, Pangeran dan rombongan disambut antusias warga dengan tarian adat Suku Simuri. Di tempat inilah, Bupati Teluk Bintuni menyampaikan sambutannya yang intinya merasa bangga atas kunjungan Pangeran Andrew.

Dalam sambutan berbahasa Inggris, Bupati atas nama warga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pangeran Andrew yang jauh-jauh datang ke kota kecil. Sehingga dengan kunjungan ini dapat membawa berkah tersendiri bagi. Kehadiran BP Indonesia dengan proyek LNG Tangguh merupakan impian masyarakat untuk membawa kehidupan yang lebih baik. Pangeran Andrew yang takmpak gagah hanya memberi pesan kepada anak-anak sekolah di SD YPPK agar rajin belajar serta mengerjakan PR (pekerjaan rumah). Karena hanya dengan kepandaian akan menguasai dunia.

Sedangkan terhadap kehadiran proyek LNG Tangguh,pangeran hanya berujar, akan berusaha melakukan terbaik bagi masyarakat di Teluk Bintuni dan Papua secara umum, diakhir kunjungannya yang dikawal ketat aparat keamanan dari berbagai satuan, Pangeran Andrew bertukar cindera mata dengan Bupati Teluk Bintuni Alfons Manibuy. Sang Pangeran memberi cinderamata berupa foto atau gambar dirinya berpakaian lengkap Marinir Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Sedangkan Bupati memberi ukiran khas adat Bintuni, berlogo Kabupaten Teluk Bintuni. Pada cinderamata itu juga bertuliskan semboyan ‘Spirit of Bintuni Baru’.

Usai berkunjung di Kampung Tanah Merah Baru, Pangeran, Gubernur dan rombongan kembali ke Bandara Babo. Dengan lambaian tangan dari segenap pejabat di  provinsi Papua Barat, Teluk Bintuni dan masyarakat, sekitar pukul 13.45 WIT, Pangeran Andrew manapaki tangga pesawat yang membawanya kembali ke Biak, untuk selanjutnya terbang ke Inggris melalui Bandara Soekarn-Hatta, Cengkareng.(lm/dan)

Source: Radar Sorong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: