Pemekaran Daerah di Papua Berbuntut Sengketa

Jayapura, Kompas – Pemekaran kabupaten di Papua kembali menimbulkan sengketa batas wilayah antara kabupaten hasil pemekaran dan kabupaten lain yang sudah ada. Kabupaten Mamberamo Raya, yang baru terbentuk tahun lalu, kini berebut wilayah di bagian hulu Sungai Mamberamo dengan Kabupaten Tolikara.

Penjabat Bupati Mamberamo Raya Demianus Kyeuw-kyeuw menceritakan, Pemerintah Kabupaten Tolikara, yang terbentuk pada tahun 2002, membentuk lima distrik baru di wilayah Kabupaten Mamberamo Raya. ”Kelima distrik itu didirikan di wilayah Kampung Tayeve, Douyi, Taria, Bernakamp, dan Dorman,” kata Kyeuw-kyeuw, akhir pekan lalu.

Kabupaten Mamberamo Raya adalah kabupaten yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2007. Kabupaten ini merupakan daerah penggabungan sebagian wilayah Kabupaten Sarmi dan sebagian wilayah Kabupaten Waropen. Sebelum Mamberamo Raya dibentuk, daerah yang dijadikan distrik oleh Tolikara adalah bagian dari Sarmi.

Sarmi pun sebenarnya merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Jayapura melalui UU No 26/2002. Saat itu berdasarkan UU ini, ada 14 kabupaten baru yang dibentuk di Papua, termasuk Tolikara.

Kabupaten Tolikara dibentuk dari pemekaran Kabupaten Jayawijaya sehingga wilayahnya diambil dari sebagian wilayah Kabupaten Jayawijaya.

Batas alami
Terkait dengan sejarah pemekaran daerah tersebut, Bupati Tolikara John Tabo, sependapat bahwa sebelum UU No 26/2002 diberlakukan, wilayah Tayeve, Douyi, Taria, Bernakamp, dan Dorman masuk wilayah pemerintahan Kabupaten Jayapura.

”Memang betul seperti itu. Masalahnya, perbatasan Kabupaten Jayapura itu yang salah. Wilayah Tayeve, Douyi, Taria, Bernakamp, dan Dorman sudah berada di sebelah barat Sungai Mamberamo. Seharusnya wilayah Kabupaten Jayapura saat itu tidak boleh menyeberangi Sungai Mamberamo karena itu batas alami,” paparnya.

Tabo menambahkan, warga yang tinggal di Tayeve, Douyi, Taria, Bernakamp, dan Dorman adalah warga sejumlah suku yang berasal dari Kabupaten Tolikara. “Kenyataannya, saya yang membangun fasilitas umum di wilayah itu. Kami membangun sekolah, kantor distrik. Sebelumnya, di sana tidak ada fasilitas apa-apa,” katanya menekankan.

Menurut Tabo, wilayah Tayeve merupakan wilayah yang strategis untuk memperlancar distribusi barang ke wilayah pegunungan tengah Papua. ”Di Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara, kami tidak bisa membangun landasan pesawat terbang yang besar karena Karubaga dikelilingi gunung yang menyulitkan manuver pesawat terbang berbadan lebar. Kami akan membangun bandar udara besar di Tayeve,” kata Tabo lagi.

Sebelumnya, sengketa wilayah terkait dengan pemekaran daerah juga berlangsung antara Kabupaten Asmat dan Kabupaten Yahukimo. Sampai kini kedua kabupaten itu masih memperebutkan Syuru-syuru, wilayah yang awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Merauke. Kabupaten Merauke adalah induk dari Kabupaten Asmat.

Selain itu, Yahukimo pun memperebutkan Distrik Kurima dengan kabupaten induknya, Kabupaten Jayawijaya. (row)

Source: Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: