Sebulan, 3 Ribu Lebih Kasus Malaria Terjadi di Keerom

KEEROM- Sungguh merupakan suatu hal yang sangat mengejutkan, dimana di wilayah Kabupaten Keerom, epidemi malaria sangat tinggi. Pasalnya dalam sebulan saja angka saja mencapai 31.067 kasus penderita penyakit tersebut.

“Di wilayah Keerom ini memang penyakit malaria sangat mendominasi yaitu sangat tinggi dari 10 jenis penyakit lainnya,” terang Kasubdin Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr. Eka Suci, kepada Cenderawasih Pos, Senin (3/3).

Dari data yang ada pada pihaknya, rata-rata masyarakat yang meninggal akibat penyakit malaria itu prosentasenya mencapai 1 persen. Menurutnya meski prosentase mereka yang meninggal sangat kecil, namun bila dibanding dengan jumlah penduduk Kabupaten Keerom yang masih sedikit, tentunya prosentase tersebut cukup membahayakan keselamatan jiwa masyarakat.

“Saat ini masyarakat sudah paham mengenai penyakit malaria itu, sehingga begitu mengetahui gejalanya langsung cepat berobat, sehingga angka orang meninggal pun prosentasenya cukup kecil,” tandasnya.

Dikatakannya, terjadinya 31.067 kasus malaria itu, disebabkan oleh pemahaman masyarakat tentang kesehatan diri dan lingkungan yang sangat minim, termasuk kurangnya pemahaman akan pemenuhan gizi seimbang bagi tubuh. “ Setiap orang memiliki ketahanan tubuh yang baik sebesar minimal 33 persen,” jelasnya.

Dengan kondisi tubuh tersebut, akan mampu menangkis dan melawan bibit penyakit malaria dan jenis penyakit lainnya itu. “Ketahanan tubuh itulah yang harus diperoleh secara baik dari gizi yang seimbang itu,” terangnya.

Permasaalahan kedua ialah keadaan geografi atau lingkungan yang berawa-rawa, sehingga menyebabkan endemis (bibit) penyakit malaria dengan sangat mudah berkembang dan menyerang masyarakat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya melakukan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, baik pelayanan kesehatan di dalam gedung (Puskesmas) maupun di luar gedung (Pengobatan gratis di masyarakat) yang dibarengi dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Mengenai pemberantasan kasus malaria dalam hal ini foggyng masal (Pengasapan) tidak dapat dilakukan, karena hal itu terkait dengan keterbatasan anggaran yang ada. “ Yang hanya dilakukan pihaknya adalah fogging fokus pada areal tertentu secara bertahap, dan itupun bila ada laporan kasus Deman Berdarah (DB) dari Puskesmas-Puskesmas yang ada serta disesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” jelasnya.

Diharapkannya, kedepannya pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap masalah kesehatan, guna pihaknya lebih insentif lagi dalam memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat.(nls)

Source: Cenderawasih Pos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: