Usul di Stop Sementara

SORONG  Ketua Komisi C DPRD Raja Ampat Mathius Mambraku menyesalkan konflik yang terjadi dalam perijinan tambang nikel di pulau Kawei distrik Waigeo Utara.

Pertentangan antara ijin pemerintah provinsi (Pemrov)Papua Barat dan Bupati Raja Ampat terhadap dua perusahaan yang berbeda yakni PT Kawei Sejahtera Mining (KSM) dan PT Anugerah Surya Indotama (ASI) semestinya tidak terjadi.

Apalagi semua berada dalam satu pemerintah RI. “ Kok bisa bertengkar ini kenapa?. Saya tahu masalah ijin, tapi aturannya apa ijin yang diberikan pemerintah harus ada dua atau tiga. Yang saya heran dalam masalah ini saling menyalahkan, ada yang menyalahkan provinsi dan ada yang menyalahkan kabupaten,”ujar Mathius Mambraku kepada Koran ini di Tanjung Kasuari kemarin (4/3).

Dikatakan, dengan kepentingannya masing-masing masalah perijinan tidak akan pernah selesai karena kedua belah pihak tetap merasa paling benar.

Sebagai solusinya, alangkah baiknya dikembalikan kepada jalur hukum, sehingga jika ada aturan yang mengatur dengan jelas agar semuanya patuh dan tunduk terhadap aturan yang dikeluarkan.

Dan kata Matius Mambraku, jangan sekali kali berbicara mengenai kepentingan siapa dalam masalah tambang di kabupaten Raja Ampat yang dikenal sebagai kabupaten bahari.

Karena yang terpenting saat ini bagaimana hasil tambang tersebut digali dan diolah sebesar- besarnya untuk kesejahteraan masyarakat di kabupaten Raja Ampat.

“Bukan hasil keuntungan kepada pejabat di provinsi, pejabat yang ada di kabupaten atau cuma untuk pengusaha. Jangan berlindung dibalik belakang semua masalah ini,” tandasnya.

Menanyakan sikap DPRD atas masalah kegiatan penambangan bijih nikel di pulau Kawei, menurut Matius Mambraku, sebaiknya kembali kepada aturan hukum.

“Artinya aturannya sudah jelas bahwa ada pembagian kewenangan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/ kota,” tandasnya.

Dikatakan, untuk kegiatan penambangan di Raja Ampat, DPRD pernah mengusulkan kepada Pemda Raja Ampat untuk dibentuk perusahaan daerah, tapi tidak digubris hingga akhirnya terjadi seperti ini.
Lebih lanjut Matius mengatakan pihaknya sangat berharap wilayah kabupaten R4 yang dikelilingi pulau- pulau tidak dihancurkan oleh kepentingan penguasa yang tidak benar.

Dikuatirkan keberadaan pulau pulau akan dibabat habis dengan tambang sehingga semua hancur berantakan. Apalagi sampai saat ini katanya hasil tambang tidak pernah memberikan kontribusi kepada daerah dan masyarakat Raja Ampat.

Melihat kenyataan yang ada, ia pun sangat sedih. Pasalnya pemuatan bahan tambang nikel bukan sekali ini dilakukan.

“Satu kapal saja 50.000 ton. Ini sekarang saja sudah 12 kapal yang dimuat oleh PT ASI, sedangkan PT KSM baru 1 kapal berarti jumlahnya sudah 13 kapal. Jika 1 ton harganya 60 US Dollar dikalikan dengan 12 kapal sudah berapa hasilnya?. Tapi mana? tidak ada hasil sama sekali buat masyarakat R4. Mohon maaf kalau dalam politik, ini namanya kejahatan,” sorotnya.

Ia juga mempertanyakan uang hasil pengolahan dan pemuatan tambang dari 12 kapal yang dimuat PT ASI. Melihat potensi Raja Ampat yang tergerus begitu saja, Matius Mambraku pun berpendapat langkah terbaik yang harus diambil adalah menghentikan sementara segala kegiatan pertambangan di kabupaten Raja Ampat.

Kemudian persoalan ijin antara Pemrov Papua Barat dan Pemkab Raja Ampat diselesaikan dengan duduk bersama mencari solusi yang terbaik.

Bagi perusahaan pertambangan lain yang sudah berproduksi juga diharapkan duduk bersama untuk dibicarakan dengan baik sehingga bukan hanya pengusaha yang meraup untung besar tetapi rakyat juga dapat menikmati hasil potensi daerahnya.

DPRD sendiri tidak akan mencampuri masalah ini, sebab menurutnya untuk menghadirkan kedua belah pihak sudah sia-sia.

Dengan tegas Matius mengatakan dirinya bicara bukan untuk kepentingan siapa-siapa melainkan semata kepentingan kas daerah yang tidak pernah terisi.

Lebih jauh, dalam masalah kegiatan pertambangan di Raja Ampat, Pemda setempat diminta untuk tidak hanya mengharapkan royalty dari pemerintah pusat, karena royalty yang dibagikan dari pemerintah pusat dinilai sangat kecil.

“Tidak usah pikir royalty, mari kita bahas bisnis dalam kerangka otonomi daerah dan dalam rangka pemberdayaan pemerintah daerah dan masyarakat. Untuk apa kita punya kekayaan hanya orang datang ambil kita sendiri duduk nonton, harap- harap dapat dapat royalty. Perusahaan yang baru produksi PT KSM, tapi ASI atau ASP itu mari kita duduk ngomong berapa persen untuk daerah dan berapa persen untuk perusahaan dari sisi konteks bisnis sehingga tidak ada sewenang- wenang,” urainya.

Begitu tingginya hasil produksi tambang di Raja Ampat yang ditunjukkan dengan pemuatan yang telah dilakukan sebanyak 13 kali, maka untuk menyelamatkan kekayaan Raja Ampat, menurut Matius Mambraku, lebih baik dibentuk bentuk perusahaan daerah yang mengelola hasil daerahnya sendiri.

SERAHKAN KE DEPARTEMEN ESDM
Terkait dengan masalah tumpang tindihnya ijin penambangan nikel di pulau Kawei yang ditandai dengan adanya ijin yang dikeluarkan oleh Pemda Raja Ampat kepada

kepada PT Anugerah Surya Indotama (PT ASI) dan ijin Pemprov Papua Barat kepada PT Kawei Sejahtera Mining (PT KSM) , kuasa hukum Bupati Raja Ampat Max Mahare, SH mengatakan, solusi terbaik yang akan ditempuh Pemkab Raja Ampat adalah mengembalikan masalah ini kepada Departemen Enegeri Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Biarlah nanti dari department tekhnis terkait ini yang memanggil gubernur dan bupati, biarkan mereka yang jelaskan siapa yang sah. Itu yang kita inginkan. Mau nggak, saya tantang kuasa hukum mereka. Mau nggak permasalahan ini diselesaikan di department tekhnis terkait atau kita undang instansi tekhnis yang menerbitkan aturan-aturan main ini. Jangan karena mentang-mentang di atas bisa ambil alih kewenangan, mereka bilang sah karena menganggap gubernur lebih tinggi daripada bupati, pemahaman ini yang salah,”ujar Max Mahare yang baru kembali dari Waisai Sore (4/3) kemarin . (boy/ian)

Source: Radar Sorong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: