Warga Biak Khawatirkan Satelit Rusia

BIAK, RABU  – Sedikitnya,  30 masyarakat adat di Kabupaten Biak Numfor,Papua, Rabu (5/3), berdialog dengan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Nur Cholis terkait dengan program peluncuran satelit Rusia tahun 2010.       
Salah seorang warga Biak, Alama Mampioper mengatakan, pihaknya sangat khawatir dampak dari peluncuran satelit Rusia karena mengancam kehidupan lingkungan masyarakat adat yang berdiam di areal bandara Frans Kaisiepo.
     
“Sebagai masyarakat adat yang punya hak untuk hidup maka kami tidak menyetujui program peluncuran satelit, karena itu Komnas HAM dapat menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah maupun pihak terkait di pusat,” kata Alama Mampioper mengadu kepada Nur Cholis anggota Komnas HAM.
       
Sementara itu, Ibu Rumbiak, warga Kampung Amroben, Distrik Biak Kota mengakui, masyarakat yang tinggal dekat kawasan bandara Frans Kaisiepo Biak yang dijadikan tempat peluncuran satelit Rusia merasa was-was dengan rencana itu.
        
“Sebagai masyarakat awam kami sangat khawatir dari dampak buruk  akibat peluncuran satelit, ya secara lingkungan kondisi warga sudah pasti akan terancam,”ujarnya.
          
Nur Cholis, anggota Komnas HAM menyatakan, masyarakat adat di Kabupaten Biak Numfor sampai saat ini belum dapat menerima program peluncuran satelit Rusia kerjasama pemeirntah RI dengan Rusia.
          
Dari hasil penyampaian aspirasi dan dialog Komnas HAM, lanjutnya, sebagian masyarakat adat merasa terancam dengan kehidupan lingkungan jika program peluncuran satelit itu jadi dilakukan.
           
“Kehormatan dan hak-hak masyarakat yang terabaikan menjadi alasan masyarakat belum menerima program peluncuran satelit ini,”ujarnya.
           
Ia mengatakan, pihak-pihak terkait yang menangani program peluncuran satelit Rusia harus terbuka menjelaskan tentang dampak positif dan negatif yang timbul dari kegiatan ini.
          
“Faktanya di lapangan masyarakat adat Biak masih banyak belum mengetahui manfaat dari peluncuran satelit Rusia, ya apakah ini kurang disosialisasikan atau tidak, kami belum mengetahui secara pasti,”katanya.
          
Dialog Komnas HAM dengan masyarakat adat Biak berlangsung di kantor dewan adat Biak (DAB) Kabupaten Biak Numfor, Jalan Majapahit, selain menyangkut program peluncuran satelit, masyarakat adat juga melaporkan tentang “penguasaan” tanah adat  oleh TNI. (ant) ABI

Source: Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: