Ratusan Jenis Flora di Pulau Waigeo

Koleksi yang diperoleh terdiri atas 143 nomor koleksi anggrek dan 411 nomor koleksi umum (non-anggrek). Dari 554 nomor ini, Pulau Waigeo, salah satu dari empat pulau besar di Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Irian Jaya Barat, memecahkan rekor. Pulau ini menyumbang ratusan koleksi tumbuhan dalam sekali eksplorasi saja. Padahal, dalam sekali eksplorasi umumnya hanya ditemukan 10 koleksi tumbuhan. Tak hanya itu, spesies baru juga di temukan di pulau itu.
Rekor ini diungkapkan Didik Widyatmoko, Kepala Balai Konservasi Kebun Raya Cibodas, yang juga menjadi bagian dari Ekspedisi Widya Nusantara (EWIN) 2007 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI), pada 11 Juni sampai 9 Juli 2007. Ia dan timnya berhasil melakukan survei dan mengumpulkan koleksi tumbuhan gunung yang juga dikenal sebagai Mt Buffelhorn atau `tanduk kerbau’, serta menyambangi Taman Wisata Alam Sorong, Papua.

Ternyata, bukan hanya memperoleh koleksi tumbuhan yang belum ada di kebun raya, tim itu juga mendapat satu spesies baru dari genus Cyrtosperma. `’Cyrtosperma sp.nov, merupakan spesies baru yang ditemukan di kawasan Taman Wisata Alam Sorong, Cyrtosperma sp.nov merupakan spesies baru Araceae. Hasil ini menunjukkan dengan pencarian seksama, spesies-spesies baru tumbuhan masih akan terus ditemukan,”ujar Didik di sela Lokakarya Ekspose Hasil Penelitian E-WIN LIPI, Selasa (11/3).

Menurut Didik, untuk memastikan bahwa tanaman itu adalah spesies baru, timnya telah melakukan pengecekan melalui data-data dan literatur yang ada. ”Kami juga berkonsultasi dengan ahli talas-talasan di Australia dan memang spesies dengan struktur daun ke arah tangkai itu belum pernah ada,” jelasnya.

Lebih jauh Didik menyatakan, secara umum spesimen-spesimen yang dikoleksi dari Pulau Waigeo dengan jumlah 554 nomor koleksi tumbuhan merupakan representasi dari spesies-spesies tumbuhan yang bernilai konservasi dan potensi ekonomi. ”Informasi ilmiah primer dari berbagai spesies yang dikoleksi juga berhasil didokumentasikan,” tegasnya.

Koleksi yang diperoleh, kata Didik, terdiri atas 143 nomor koleksi anggrek dan 411 nomor koleksi umum (non-anggrek). Dari 554 nomor ini, jumlah nomor koleksi yang telah teridentifikasi sampai tingkat jenis sebanyak 189, sampai tingkat marga 310, sedangkan sampai tingkat famili 55 nomor. `’Adapun total suku mencapai 94,”ujarnya.

Koleksi baru
Didik menambahkan, dari 189 jenis tumbuhan yang telah teridentifikasi sementara, 72 di antaranya merupakan koleksi baru bagi kebun raya. Bahkan, lima spesies merupakan spesisen endemik Pulau Waigeo yang bernilai konservasi tinggi. Lima spesies endemik itu adalah Alstonia beatricis, Shcefflera apiculata, Nepenthes danseri, Guioa waigeoensis, dan Calophyllum parvifolium.

Alstonia beatricis (Pule Waigeo) termasuk spesies yang terancam punah. Pule Waigeo dijumpai hanya di puncak-puncak bukit tertentu di Pulau Waigeo. Ia merupakan pohon kecil yang masih berkerabat dengan pule (Alstonia scholaris) dan menyukai habitat yang relatif kering dan agak terbuka. `’Spesies-spesies endemik ini akan meningkatkan mutu koleksi kebun raya dan perlu segara mendapat prioritas penanganan, termasuk usaha memperbanyak,” jelas Didik.

Deputi Bidang Ilmu Kebumian (IPK) LIPI, Dr Hery Harjono selaku Ketua Program E-WIN mengungkapkan, tim juga mengoleksi spesimen hidup dari jenis palem baru, Livistona brevifolia, yang dideskripsikan oleh Dowe dan Mogea pada 2004. Berbagai tanaman bernilai ekonomi tinggi juga diperoleh. Dari Sommieria leucophylla, sejenis palem yang anakannya saja sudah bernilai Rp 1 juta, sampai palem hias Orania regalis dan Hydriastele costata. Berbagai jenis anggrek, seperti Dendrobium macrophyllum, serta tanaman hias Tapeinocheilos ananassae dan Maniltoa rosea.

Tujuan ekspedisi Kebun Raya Indonesia itu memang mengumpulkan spesies tumbuhan yang bernilai konservasi tinggi, misalnya terancam punah, endemis, dan ekotipe-varian yang tak sama dengan spesies yang sudah dikenal karena beradaptasi secara lokal di lingkungannya. Tim juga harus menentukan status populasi dari spesies endemis dan terancam punah serta mendeskripsikan karakteristik habitatnya. Ini penting untuk mengetahui pilihan ekologinya untuk keperluan konservasi ex-situ saat menanam jenis itu di luar habitat aslinya.

Informasi ini digunakan untuk menanam kembali tumbuhan tersebut di empat kebun raya, yang merepresentasikan dataran rendah dan tinggi di Indonesia. Kebun Raya Bogor, misalnya, mewakili dataran rendah relatif basah dengan ketinggian 240-260 meter. Tumbuhan dataran tinggi basah ditanam di Kebun Raya Cibodas, sedangkan flora dari dataran rendah kering ditempatkan di Kebun Raya Purwodadi di Pasuruan.

Khusus tumbuhan dataran tinggi antara basah dan kering (lembap) di Kebun Raya Bedugul, Bali. ”Pengalaman kami selama ini, sebagian flora dari Sabang sampai Merauke yang kami kumpulkan bisa hidup,” kata Didik. Rencananya, pada 20 April hingga 11 Mei nanti mereka akan kembali ke Kepulauan Raja Ampat. Hery Harjono mengaku, E-WIN memang didesain sebagai pintu gerbang bagi seluruh peneliti dan teknisi untuk saling berkolaborasi dengan semboyan discover the ultimate frontier of Indonesia and strengthen our national resilience.

Penelitian E-WIN yang direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun ini, kata Hery, bertujuan untuk mencari temuan-temuan bidang biodiversiti dan megadiversiti kelautan. `’Lokasi penelitian E-Win adalah daerah-daerah yang kurang tereksplorasi, yang terletak antara Laut Sulawesi sampai Papua. Para ahli banyak menduga wilayah ini sebagai jembatan yang menghubungkan flora Filipina dan Papua Nugini.”(eye )

Source: Republika

One Response

  1. Artikel di blog ini sangat menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Nantikan segera plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi untuk Blogspot dan WordPress dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://www.infogue.com/lingkungan/ratusan_jenis_flora_di_pulau_waigeo/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: